Ilmu Saya Tidak Bisa Berfungsi Karena Guru Tenaga Dalam Saya Telah Wafat

tenaga dalam

Pertanyaan

Saya pernah belajar beladiri pada tahun 1990 di perguruan dengan inisial BS yang terletak di Tanah Abang Jakarta. Guru tenaga dalam yang mengajari saya beladiri saat ini telah wafat. 

Saya mengalami pengeroyokan massa beberapa waktu lalu ketika saya menyerempet seorang pejalan kaki. Namun saya heran, saya tidak bisa melindungi diri sendiri dengan maksimal menggunakan teknik yang di ajarkan oleh guru saya.

Saya bahkan saat itu masih merasakan pukulan berkali – kali. Padahal sebelumnya saya juga mengalami pukulan di kepala menggunakan kursi kayu ukuran pendek hingga kursi tersebut patah, dan saya saat itu tidak merasakan apapun.

Apa benar ilmu kontak saya benar – benar sudah tidak berfungsi? atau ini ada hubungannya antara wafatnya guru  tenaga dalam saya dan kekuatan yang beliau ajarkan pada saya ? 

 

Jawaban

Ilmu kontak memang tidak akan maksimal dalam penerapannya ketika konsentrasi anda saat itu belum penuh. Ditambah lagi, saat itu anda dalam keadaan pasca kecelakaan dengan banyak orang berkumpul.

Hal tersebut mampu membuat anda panik dan kadar emosi dalam diri anda kurang stabil, bukan karena guru tenaga dalam anda telah wafat.

Jika dari pihak penyerang memiliki emosi yang kurang, biasanya juga akan berpengaruh pada hasil tenaga dalam yang kurang maksimal. Namun sebenarnya, ilmu seperti ini jika memang diletakkan pada keseriusan tinggi secara baik, berapapun tingkat emosi yang dimiliki penyerang, menurut saya seorang guru tenaga dalam akan tetap bisa maksimal dalam penerapan ilmunya.

Anda memang tidak bisa terus berhasil dalam mempraktikkan ilmu kontak, karena sewajarnya tingkat emosi manusia bermacam jenisnya yang tidak bisa kita perkirakan sendiri. Kejadian anda terkena hantaman kursi kayu namun tidak merasa sakit, dan tetap merasa seperti terkena pukulan saat ada yang menghantam dengan tangan kosong, sudah menjadi bukti yang melengkapi pernyataan saya sebelumnya.

Anda perlu menjadi pribadi yang tenang ketika menggunakan ilmu ini. Bisa dengan memusatkan energi pada dada atau perut. Kemudian pastikan nafas anda dalam keadaan baik dengan tetap melakukan pembelaan diri dengan fisik.

Ketika anda ingin penyerang merasa terpancing amarahnya, anda juga boleh membalas serangan. Dan jangan lupa tetap dengan teknik di awal , yaitu memusatkan energi pada bagian dada atau perut, karena jika itu dilakukan dengan baik maka hasilnya akan maksimal.

Beberapa poin yang harus anda perhatikan adalah, suasana emosi dari penyerang yang mempengaruhi hasil ilmu kontak. Lalu memusatkan energi di daerah dada atau perut dengan maksimal. Penyerang akan merasa seakan dilempar kembali oleh emosi yang sedang ia lempar ke arah anda. Beberapa ilmu kontak yang mengamalkan wirid, puasa mutih dan yang lainnya juga memiliki bermacam kemungkinan hasilnya.

Saya telah mengelompokkan empat bagian hasil yang mungkin akan anda alami oleh para guru tenaga dalam,

  • Ilmu seperti tidak berfungsi dan hasilnya gagal. 
  • Berhasil namun kurang sempurna. Yaitu ketika anda merasa tahan terhadap pukulan lawan. Ini adalah saat dimana lawan memang tidak bisa terpengaruh oleh ilmu yang anda miliki.
  • Lawan bisa diserang secara mekasimal atau dalam kata lain anda telah berhasil. 
  • Lawan memutuskan untuk tidak melakukan perlawanan fisik dan memilih mundur sebelum anda mengeluarkan ilmu kontak.

Poin pada nomor empat merupakan hasil yang sering anda lihat dalam lingkungan para guru tenaga dalam dengan keahlian tinggi. Para guru dengan ilmu yang sangat tinggi biasanya malah tidak menemui hal seperti di serang atau bahkan menyerang.

Karena sebuah fakta yang ada di lapangan adalah, bahwa pihak lawan tidak pernah memulai sebuah perlawanan pada guru tenaga dalam yang memiliki ilmu tinggi. Bahkan lawan malah menjadi pribadi yang hormat kepadanya dan akhirnyapun tidak ada kejadian saling menyerang fisik.

Inilah sebenarnya puncak ilmu tertinggi, yaitu Ilmu Selamat. Ilmu yang mampu menyelamatkan anda.

 100 total,  1 dilihat hari ini