Ilmu Titen, Kemampuan Wong Jowo “Meramal” Keadaan

Ilmu Titen, Kemampuan Wong Jowo "Meramal" Keadaan

 

Ilmu Titen, Kemampuan Wong Jowo “Meramal” Keadaan  – “Setiap kejadian itu akan terus berulang, hanya bentuknya saja yang berbeda”. Ya, kalimat itu seolah mengisyaratkan bahwa apapun yang terjadi di dunia berada pada satu siklus. Suatu saat, suatu waktu pasti akan kembali terulang, meskipun dengan cara yang berbeda. Hal inilah yang oleh masyarakat Jawa kemudian “diterjemahkan” dalam bentuk ilmu titen.

“Titen” berasal dari bahasa Jawa “titi” yang artinya tanda. Ada juga yang mengartikan sebagai “ngati-ati” atau berhati-hati. Nah, sikap kehati-hatian dalam pandangan masyarakat Jawa ini memiliki arti peringatan sekaligus nasihat untuk lebih peka terhadap apapun. Ilmu titen adalah kemampuan orang Jawa untuk mengamati, menganalisa, dan menyimpulkan suatu kejadian tertentu berdasarkan pengamatan, pengalaman, dan tanda-tanda tertentu yang menyertai. Sehingga manusia akan “niteni” atau menandainya sebagai satu kejadian yang akan terjadi.

Sebagai contoh misalnya bencana alam. Sebelum terjadi bencana, biasanya sesepuh daerah setempat akan memperingatkan masyarakat agar berhati-hati dan segera mengungsi, karena ia melihat dan mempelajari berdasarkan tanda-tanda alam yang muncul menjelang bencana.

Tidak hanya soal bencana, kemampuan ini juga sering digunakan dalam masalah apapun. Misalnya saat seorang bayi rewel dan menangis tiada henti, orang tua si bayi pasti akan membawanya ke “orang pintar” atau dukun anak untuk menanyakan perihal anaknya. Oleh sang dukun anak, orang tua si bayi disarankan untuk membuat ramuan tertentu sebagai obatnya, karena dukun anak paham betul apa masalah si bayi dan cara menyembuhkannya.


Baca Juga :


Ilmu Titen, Kemampuan Wong Jowo “Meramal” Keadaan

Dalam perkembangannya, ilmu titen dinilai sebagai suatu kemampuan menebak atau meramal sesuatu, sehingga terkesan dekat dengan aktivitas sihir dan pernujuman. Meskipun sebenarnya keduanya memiliki metode yang berbeda. Ilmu titen berdasar hasil pengamatan dan pengalaman yang terjadi sebelumnya, sedangkan ramalan didapat dari berbagai aktivitas spiritual tertentu. Selain itu, ilmu titen biasanya bisa dijelaskan secara logis berdasarkan ilmu pengetahuan dan penalaran ilmiah. Jadi, siapa saja bisa mempelajari ilmu ini tanpa ritual ataupun kemampuan khusus.

Sahabat Tradaya, sebagai warisan turun temurun, orang tua jaman dahulu sering menggunakan kemampuan ini untuk menyelesaikan berbagai masalah kehidupan. Misalnya masalah ekonomi, asmara, pertanian, hingga masalah perjodohan. Mereka melihat dan menandai suatu masalah secara menyeluruh, mulai dari mencari sumber masalahnya, penyebabnya, sampai cara mengatasinya.

Itulah Ilmu titen, kemampuan masyarakat Jawa dalam “meramal” keadaan.

 17 total,  2 dilihat hari ini