Manfaat Tenaga Dalam, Benarkah Bisa Dirasakan?

manfaat tenaga dalam

Pertanyaan

Saya adalah guru beladiri di salah satu perguruan tenaga dalam. Saya sudah lama mempelajari ilmu tenaga dalam, namun sampai sekarang saya sama sekali tidak merasakan manfaat tenaga dalam pada diri saya.

Sejak saat itu saya menyibukkan diri dengan lebih banyak membaca buku – buku agama, dan membuang kebiasaan wirid atau doa – doa untuk kesaktian. Saat ini saya fokus pada zikir tasbih (Subhanallah) dan tahmid (Alhamdulillah) dengan ikhlas. 

Bagaimana pendapat Bapak mengenai manfaat setelah melakukan olah tenaga dalam ?

 

Jawaban

Saya turut berbahagia atas apa yang telah terjadi di dalam hati anda hingga anda mampu menumbuhkan sifat ikhlas itu sendiri. Saya ucapkan selamat untuk anda !

Ini merupakan tingkatan menuju rohani yang lebih tinggi daripada yang lainnya. Dan anda telah berhasil mencapai tingkatan itu setingkat lebih tinggi. Tapi di balik pengingkatan anda, jangan sampai membuat anda memandang rendah orang yang saat ini masih mengamalkan wirid sehari-harinya.

Rekan saya juga pernah menyampaikan teguran ke saya. Katanya rugi kalau melakukan amalan – amalan untuk tujuan tenaga dalam. Menurutnya, manfaatnya akan lebih baik jika ditujukan ikhlas kepada Allah SWT sebagai ibadah.

Kalau saya pribadi tetap berhusnudzon (berbaik sangka) kepada yang memang masih rajin melakukan amalan untuk mengharap manfaat tenaga dalam. Selama seseorang memiliki niat tidak buruk untuk kebermanfaatan sekitarnya, maka menurut saya tidak masalah. 

Karena dalam faktanya, fungsi dari tenaga dalam tidak hanya untuk beladiri. Bisa bermanfaat pula untuk membantu sesama manusia.

Kalau saya sih masih bisa memaklumi para pembelajar tenaga dalam yang ingin meningkatkan kekuatan, karena Tuhan juga menyukai hamba-Nya yang tumbuh menjadi pribadi muslim tangguh daripada pribadi yang lemah.

Rasulullah SAW bersabda, ‘Bahwa apabila engkau melihat kemungkaran maka cegahlah dengan tanganmu, dan apabila dengan tangan tidak kuasa, hendaknya mencegah dengan mulut, dan jika dengan mulutpun tidak bisa hendaknya mencegah dengan hati’. 

Perlu di ingat, kategori terendah dalam mencegah kemungkaran adalah menggunakan hati. Maka sebaiknya hindari hal yang terakhir ini. Mencegah dengan tangan artinya menggunakan kekuatan atau kekuasaan.

Seseorang yang melakukan olah tenaga dalam untuk niat positif dan tulus dengan tujuan agar bermanfaat bagi sekitarnya merupakan hal baik dan terpuji.

 71 total,  1 dilihat hari ini