Apakah Dalam Latihan Hanya Butuh Transfer Tenaga Dalam Sekali Saja ?

tenaga dalam

Pertanyaan

Apakah melakukan khataman pembangkitan saja cukup dalam mempelajari tenaga dalam ? Sebenarnya, transfer tenaga dalam apakah cukup dilakukan sekali saja ?

 

Jawaban

Ketentuan yang ditetapkan antara perguruan satu dengan yang lain berbeda-beda. Ada yang melakukan transfer tenaga sepuluh kali, dan itu sah – sah saja. Namun menurut saya, transfer tenaga dalam untuk ilmu kontak (jarak jauh) ,  memang cukup dilakukan sekali saja seumur hidup.

Perguruan yang menetapkan jumlah transfer tenaga dalam berbeda-beda, itu mungkin karena pihak perguruan memang ingin menciptakan ikatan dengan para anggota didalamnya.

Keinginan seperti agar tetap terjalin silaturahim, agar ilmu semakin matang, dan satu lagi keinginan yang mutlak ada adalah karena antara guru dan murid sadar akan keberlangsungan hidup mereka yang tidak bisa dibayangkan jika tanpa menyangkut ilmu tenaga dalam.

Berbeda lagi jika ilmu yang ada pelajari adalah ilmu kekebaan, ilmu bentakan dan ilmu kanuragan lainnya, maka transfer tenaga dalam tidak bisa dilakukan hanya satu kali.

Saya ambil contoh ketika seseorang yang mempelajari ilmu kebal menghadapi benda tajam buatan manusia dengan benda tajam yang berasal dari alam. Orang yang sudah kebal dengan senjata belum tentu bisa bermain sepak bola dengan buah durian. Sekalipun dia sudah kebal dengan tajamnya pisau bahkan parang, dia wajib melakukan ritual khusus meredam tajamnya duri pada buah durian.

Seperti yang sudah saya utarakan di awal, kalau saya memang melakukan transfer sekali saja untuk ilmu kontak. Kalah masalah ilmu yang semakin berkembang atau kualitas bertambah, itu adalah usaha pribadi para pembelajar masing – masing. Sudah banyak banyak pula murid yang kemampuannya mengungguli gurunya sendiri.

 98 total,  1 dilihat hari ini