Apakah Ada Amalan Wirid Pendek Yang Mampu Mencakup Banyak Keinginan ?

wirid

Pertanyaan

Saya belajar tenaga dalam di salah satu perguruan di Kota Semarang. Disana amalan – amalan wirid yang harus saya amalkan begitu panjang. Kalau saya ibaratkan ketika saya mulai wirid saat setelah shalat subuh, maka sudah dipastikan bahwa saya baru selesai mengamalkan wirid sekitar pukul enam pagi.

Saya ingin mengamalkan amalan wirid lainnya yang tidak begitu panjang dan memberikan efek maksimal pada hasil kekuatan yang sedang saya tekuni. Adakah amalan yang pendek untuk tapi besar manfaatnya ?

 

Jawaban

Anda tahu tentang sebuah kalimat bahasa Jawa yang cukup tenar ini tidak ya ? Katanya, “ana rega ana rupa” yang memiliki arti nilai suatu barang tergantung harga jualnya. 

Maka ketika anda bertanya mengenai wirid pendek untuk bisa di amalkan sekaligus mencakup banyak manfaat, maka jawaban dari saya adalah sesuatu yang berat dan tidak mudah dilakukan biasanya pasti menghasilkan sesuatu yang lebih baik, begitupun sebaliknya.

Kita adalah generasi makhluk yang tidak bisa lepas dari kesibukan dunia. Ibadah yang selama ini kita kerjakan juga tidak hanya sekedar kebiasaan bermunajat padaNya. Karena arti dari ‘ibadah’ itu sendiri tidak se-sempit itu. Bekerja, belajar, bersosialisasi juga merupakan ibadah.

Sesuai dengan kondisi yang ada di generasi tersebut saat ini, memang sebaiknya guru di jaman sekarang harus mampu melakukan sinkronisasi. Karena memang akan terasa berat mengamalkan wirid yang panjang disela kesibukan yang padat.

Orang – orang dengan kesibukan luar biasa sudah pasti memilih wirid pendek untuk jalan terbaik menurut mereka. Para guru harus tepat dalam memberikan ajaran sesuai dengan keadaan muridnya.

Kalaupun dikatakan bahwa wirid panjang memiliki manfaat lebih baik, namun jika dalam pengamalan seseorang tidak rajin juga sama saja. Boleh lah, ketika di awal mungkin bisa rajin mengamalkannya, namun biasanya itu tidak bertahan lama.

Saya pribadi sebenarnya cocok dengan wirid pendek, yang penting rajin mengamalkannya. Tentu saja dengan tanpa meninggalkan ibadah wajib lainnya.

Lalu generasi sekarang berarti cocok dengan amalan wirid yang mana ?

Kalau saran dari saya bisa dengan Asma’ul Husna atau hanya sekedar beberapa petikan didalamnya. Bisa juga beberapa kutipan yang di ambil dari Al Quran, seperti ‘Ya Malika yaumiddin iyyaka na’budu wa iyyaka nastain’ atau ‘Hasbunallahu wa ni’mal wakiil’. 

Sekaligus saya sampaikan bahwa wirid pendek di atas cocok jika di amalkan oleh para pekerja kantoran atau sejenisnya yang jam kerjanya sangat sibuk. Sedangkan wirid panjang menurut saya akan lebih cocok jika di amakan para petani di pedesaan.

Biasanya para petani di pedesaan tidak memiliki aktivitas yang sesibuk hari hari biasa ketika menunggu panen. Dan saat – saat itulah cocok di isi dengan amalan wirid. Kalau boleh saya katakan ini dengan nada bercanda, ternyata orang di pedesaan lebih  memiiki banyak peluang untuk bisa menjadi guru spiritual karena amalan wiridnya lancar.

Jawaban atas pertanyaan anda pada saya mengenai wirid pendek yang bisa di amalkan, diantaranya adalah dua petikan doa yang saya sampaikan di atas bisa anda amalkan. Wirid pendek tersebut bisa untuk meminta kesematan dari Allah SWT.

 83 total,  2 dilihat hari ini